https://journal.stikespantiwilasa.ac.id/index.php/jhce/issue/feedJournal of Health Care Education2026-02-26T08:57:14+07:00Journal of Health Care Educationjhce@stikespantiwilasa.ac.idOpen Journal Systems<p>The journal containing writings raised from the results of research or equivalent in the field of health education. Such research includes research in school environments and communities as well as in the general public. Articles published in this journal have never been published / published by other media. </p>https://journal.stikespantiwilasa.ac.id/index.php/jhce/article/view/107PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP PERSEPSI KINERJA KARYAWAN NON MEDIS DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA “Dr. CIPTO” SEMARANG2026-02-18T15:09:46+07:00Sella Putrianalisa@stikesbethesda.ac.idLisa Dwi Astutilisa@stikesbethesda.ac.idBayu Nuskantonolisa@stikesbethesda.ac.id<p>Pendahuluan: Karyawan non medis memiliki peran penting dalam operasional rumah sakit meskipun tidak terlibat langsung dalam pelayanan medis. Kinerja mereka yang optimal sangat memengaruhi keberhasilan organisasi secara keseluruhan, karena setiap bagian memiliki kontribusi terhadap pencapaian tujuan bersama. Oleh karena itu, pengelolaan SDM yang efektif menjadi faktor kunci dalam mencapai tujuan organisasi, termasuk rumah sakit.<br>Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode crossectional. Populasi pada penelitian ini sebesar 113 karyawan non medis dengan sampel yang digunakan sebesar 88 karyawan non medis. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan regresi logistik ordinal.<br>Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64,8% karyawan non medis memiliki tingkat motivasi kerja yang tinggi, sebesar 55,7% karyawan memiliki tingkat kepuasan kerja yang sangat puas, serta 68,2% karyawan memiliki persepsi kinerja baik. Variabel motivasi kerja menghasilkan nilai Wald 16,990 > 3,481 dengan nilai P-value 0,00 < 0,05. Kepuasan kerja menghasilkan nilai Wald 16,862 > 3,481 dengan nilai P-value 0,00 < 0,05. Sedangkan motivasi kerja dan kepuasan kerja menunjukkan nilai G 29,422 > 5,591.<br>Diskusi: Motivasi kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persepsi kinerja. Kepuasan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persepsi kinerja, serta motivasi kerja dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh terhadap persepsi kinerja.</p>2026-02-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://journal.stikespantiwilasa.ac.id/index.php/jhce/article/view/108PENGARUH PERSEPSI KUALITAS LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PERSEPSI KINERJA PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA “Dr. CIPTO”2026-02-18T15:17:31+07:00Vriska Kusuma Ardiantiastuti@stikesbethesda.ac.idNor Tri Astuti Wahyuningsihastuti@stikesbethesda.ac.idDaniel Budi Wibowoastuti@stikesbethesda.ac.id<p>Pendahuluan: Setiap unit pelayanan keperawatan memiliki karakteristik tersendiri, dan ruang rawat inap merupakan salah satu unit yang memiliki peran krusial dalam proses pemulihan pasien. Ruang rawat inap memiliki karakteristik pelayanan yang lebih bersifat longitudinal (berkesinambungan), sehingga kualitas dan konsistensi kinerja perawat sangat menentukan kepuasan pasien serta keberhasilan proses penyembuhan. Kompleksitas tugas dan tanggung jawab yang dijalani perawat rawat inap menuntut adanya lingkungan kerja yang mendukung serta disiplin kerja yang tinggi agar pelayanan tetap berjalan optimal.<br>Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Data diperoleh melalui kuesioner yang telah diisi oleh 83 perawat dengan cara pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi logistik ordinal.<br>Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71,1% perawat instalasi rawat inap merasa bahwa kualitas lingkungan kerja baik, serta 89,2% perawat merasa sudah melaksanakan tugasnya dengan disiplin, dan 88% perawat memiliki persepsi kinerja yang baik. Persepsi kualitas lingkungan kerja menghasilkan nilai wald 10,621 > 3,842 dan nilai P-valuenya 0,001 < 0,05. Disiplin kerja menghasilkan nilai wald 3,726 < 3,842 dan nilai P-valuenya 0,054 > 0,05. Sedangkan persepsi kualitas dan disiplin kerja menunjukkan nilai G 12,218 > 5,991.</p>2026-02-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://journal.stikespantiwilasa.ac.id/index.php/jhce/article/view/109PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PERFORMA KERJA KARYAWAN DI BAGIAN FRONTLINE MENURUT PERSEPSI PASIEN NON BPJS DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA CITARUM SEMARANG2026-02-18T15:27:17+07:00Samuel Krisna Aldi Saputrasintikhewati@stikesbethesda.ac.idSintikhewati Yenly Suciptosintikhewati@stikesbethesda.ac.idSutedjosintikhewati@stikesbethesda.ac.id<p>Pendahuluan: Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan menuntut karyawan frontline berlaku profesional untuk menjaga mutu pelayanan. Namun, data keluhan pasien menunjukkan masih adanya ketidakpuasan terhadap performa karyawan frontline di RS Panti Wilasa Citarum. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap performa kerja karyawan bagian frontline menurut persepsi pasien non-BPJS.<br>Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Data diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada 61 karyawan frontline (satpam, petugas pendaftaran, administrasi keuangan pasien) serta 100 pasien non-BPJS, kemudian dianalisis menggunakan regresi logistik ordinal dengan bantuan SPSS versi 26.<br>Hasil: Hasil penelitian menunjukkan seluruh karyawan frontline memiliki motivasi kerja tinggi (100%) dan menilai lingkungan kerja dalam kategori baik (100%). Seluruh pasien non-BPJS juga menilai performa kerja karyawan frontline dalam kategori baik (100%). Uji regresi membuktikan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap performa kerja (koefisien 0,094; p = 0,017 < 0,05). Sebaliknya, lingkungan kerja berpengaruh negatif tetapi signifikan terhadap performa kerja (koefisien –0,115; p = 0,027 < 0,05). Secara simultan, motivasi dan lingkungan kerja berkontribusi sebesar 44,7% terhadap performa kerja.</p>2026-02-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://journal.stikespantiwilasa.ac.id/index.php/jhce/article/view/112ANALISIS HUBUNGAN KOMUNIKASI EFEKTIF PETUGAS PENDAFTARAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT PANTI RAHAYU YAKKUM PURWODADI2026-02-19T11:17:04+07:00Anastasya Eka Christianikristinawati@stikesbethesda.ac.idKristinawatikristinawati@stikesbethesda.ac.idLiestija Rini Darjantikristinawati@stikesbethesda.ac.id<p>Pendahuluan: Komunikasi efektif merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit, khususnya pada tahap pendaftaran sebagai titik kontak pertama pasien. Interaksi antara petugas pendaftaran dan pasien rawat jalan berpotensi memengaruhi persepsi dan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit. Komunikasi yang efektif membantu menyampaikan informasi dengan jelas dan meminimalkan kesalahpahaman. Penyampaian informasi melalui komunikasi yang efektif akan menimbulkan persepsi yang baik pada pasien. Persepsi pasien tentang layanan kesehatan yang diterima berkaitan dengan kepuasan pasien. Kepuasan pasien muncul sebagai bentuk respon antara harapan pasien mengenai pelayanan yang diterima dengan kenyataan yang ada. Oleh karena itu, perhatian terhadap komunikasi dalam pelayanan kesehatan sangat berpengaruh terhadap mutu layanan rumah sakit.<br>Metodologi Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 384 responden pasien rawat jalan sebagai sampel. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Kuisioner yang digunakan telah melalui uji validitas menggunakan analisis Product Moment Pearson, sedangkan uji reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha. Data yang dianalisis meliputi uji univariat, dan uji bivariat (Rank Spearman).<br>Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan tabel analisis</p>2026-02-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://journal.stikespantiwilasa.ac.id/index.php/jhce/article/view/113HUBUNGAN PERSEPSI BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT PANTI WILASA CITARUM SEMARANG 2026-02-19T15:45:46+07:00Petranela Anggita Excelataressusi@stikesbethesda.ac.idEndang Susilowatisusi@stikesbethesda.ac.idEmanuel Hindro Cahyonosusi@stikesbethesda.ac.idFirman Nefos Daelsusi@stikesbethesda.ac.id<p>Latar Belakang: Pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan pemenuhan kebutuhan dan tuntutan dari pasien yang mengharapakan penyembuhan dan pemulihan yang berkualitas. Mutu pelayanan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari kepuasan pasien. Pelayanan kesehatan yang berkualitas dapat meningkatkan kepuasan pasien terhadap fasilitas kesehatan. Prinsip keselamatan pasien menjadi kunci dasar dalam proses penyediaan pelayanan kesehatan di rumah sakit.<br>Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan persepsi budaya keselamatan pasien dengan kepuasan pasien di instalasi rawat inap Ruang Bougenville Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum.<br>Metodologi Penelitian: Penelitian kuantitatif, jumlah populasi 718 orang pasien rawat inap dan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Instrumen yang digunakan yaitu berupa kuesioner</p>2026-02-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://journal.stikespantiwilasa.ac.id/index.php/jhce/article/view/116PENGOBATAN NON-KONVENSIONAL MASA NIFAS: TERAPI KOMPLEMENTER PIJAT OKSITOSIN PADA NY.D DI DESA BOTO KECAMATAN BANCAK KABUPATEN SEMARANG (STUDI KASUS)2026-02-26T08:57:14+07:00Gabriella Chrisdenys Eca Putrinovita@stikesbethesda.ac.idNor Tri Astuti Wahyuningsihnovita@stikesbethesda.ac.idNovita Wulandarinovita@stikesbethesda.ac.id<p>Latar Belakang: Selama masa nifas banyak ibu menyusui yang gagal memberi ASI eksklusif. Gagalnya ASI eksklusif ini terjadi dikarenakan beberapa faktor. Asuhan kebidanan esensial dengan terapi komplementer pijat oksitosin dapat memperlancar ASI, memberi rasa nyaman untuk ibu, mengurangi sumbatan ASI, mengurangi engorgement (bengkak), menjaga produksi ASI, serta merangsang pelepasan hormone oksitosin. Asuhan kebidanan dilakukan pada Ny. D umur 34 tahun P2A0 di PMB Rukiyah S.Tr.Keb Dusun Krasak Desa Boto Kec.Bancak Kab.Semarang.<br>Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan melakukan anamnesa, studi dokumentasi dan observasi kepada pasien. Penatalaksanaan asuhan ini menggunakan pola pikir 7 langkah Manajemen Hellen Varney dan didokumentasikan menggunakan metode SOAP.<br>Hasil: Hasil yang diperoleh dari asuhan kebidanan esensial dengan terapi komplementer pijat oksitosin pada Ny. D berjalan dengan lancar, ibu dan bayi dalam keadaan fisiologi tanpa penyulit dan terapi komplementer efektif dalam memperlancar ASI.</p>2026-02-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026