PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PERFORMA KERJA KARYAWAN DI BAGIAN FRONTLINE MENURUT PERSEPSI PASIEN NON BPJS DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA CITARUM SEMARANG

PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PERFORMA KERJA KARYAWAN DI BAGIAN FRONTLINE MENURUT PERSEPSI PASIEN NON BPJS DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA CITARUM SEMARANG

Authors

  • Samuel Krisna Aldi Saputra STIKES Bethesda Yakkum
  • Sintikhewati Yenly Sucipto STIKES Bethesda Yakkum
  • Sutedjo STIKES Bethesda Yakkum

Keywords:

motivasi, lingkungan kerja, Performa kerja

Abstract

Pendahuluan: Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan menuntut karyawan frontline berlaku profesional untuk menjaga mutu pelayanan. Namun, data keluhan pasien menunjukkan masih adanya ketidakpuasan terhadap performa karyawan frontline di RS Panti Wilasa Citarum. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap performa kerja karyawan bagian frontline menurut persepsi pasien non-BPJS.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Data diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada 61 karyawan frontline (satpam, petugas pendaftaran, administrasi keuangan pasien) serta 100 pasien non-BPJS, kemudian dianalisis menggunakan regresi logistik ordinal dengan bantuan SPSS versi 26.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan seluruh karyawan frontline memiliki motivasi kerja tinggi (100%) dan menilai lingkungan kerja dalam kategori baik (100%). Seluruh pasien non-BPJS juga menilai performa kerja karyawan frontline dalam kategori baik (100%). Uji regresi membuktikan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap performa kerja (koefisien 0,094; p = 0,017 < 0,05). Sebaliknya, lingkungan kerja berpengaruh negatif tetapi signifikan terhadap performa kerja (koefisien –0,115; p = 0,027 < 0,05). Secara simultan, motivasi dan lingkungan kerja berkontribusi sebesar 44,7% terhadap performa kerja.

Author Biography

Samuel Krisna Aldi Saputra, STIKES Bethesda Yakkum

Pendahuluan: Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan menuntut karyawan frontline berlaku profesional untuk menjaga mutu pelayanan. Namun, data keluhan pasien menunjukkan masih adanya ketidakpuasan terhadap performa karyawan frontline di RS Panti Wilasa Citarum. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap performa kerja karyawan bagian frontline menurut persepsi pasien non-BPJS.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Data diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada 61 karyawan frontline (satpam, petugas pendaftaran, administrasi keuangan pasien) serta 100 pasien non-BPJS, kemudian dianalisis menggunakan regresi logistik ordinal dengan bantuan SPSS versi 26.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan seluruh karyawan frontline memiliki motivasi kerja tinggi (100%) dan menilai lingkungan kerja dalam kategori baik (100%). Seluruh pasien non-BPJS juga menilai performa kerja karyawan frontline dalam kategori baik (100%). Uji regresi membuktikan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap performa kerja (koefisien 0,094; p = 0,017 < 0,05). Sebaliknya, lingkungan kerja berpengaruh negatif tetapi signifikan terhadap performa kerja (koefisien –0,115; p = 0,027 < 0,05). Secara simultan, motivasi dan lingkungan kerja berkontribusi sebesar 44,7% terhadap performa kerja.

Downloads

Published

2026-02-10